Tepat pukul 07.00 WIB, upacara dimulai. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua PDM Gunungkidul, H. Sadmonodadi, M.A., menyampaikan amanat penting yang menggugah semangat warga persyarikatan untuk terus berkontribusi nyata bagi bangsa.
Mengawali amanatnya, Sadmonodadi mengajak peserta upacara untuk bersyukur atas perjalanan panjang Muhammadiyah sejak didirikan pada 18 November 1912.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita berhimpun dalam rangka Milad Muhammadiyah ke-113. Muhammadiyah telah menapaki perjalanan panjang sebagai gerakan dakwah, tajdid, dan pencerahan yang telah memberi kontribusi besar bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tema Milad tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, bukan sekadar slogan. Tema ini adalah penegasan kembali komitmen Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkhidmat untuk umat.

Melalui ribuan amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat, Muhammadiyah terus berikhtiar menghadirkan Islam yang mencerahkan, berkemajuan, dan membawa rahmat bagi semesta alam.
Momentum Milad ini, lanjut Sadmonodadi, adalah saat yang tepat untuk merenungkan kembali jejak perjuangan para pendiri (founding fathers). Nilai-nilai utama seperti kemurnian akidah, kesungguhan beribadah, kecintaan pada ilmu, disiplin amal saleh, serta keberanian melakukan pembaruan harus terus dirawat.
“K.H. Ahmad Dahlan telah memberi teladan bahwa dakwah harus menghadirkan manfaat nyata,” ujarnya.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa seluruh elemen persyarikatan—mulai dari pimpinan, pendidik, tenaga kependidikan, karyawan, hingga peserta didik—memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan amal saleh yang memberi nilai tambah bagi bangsa.

Untuk mengejawantahkan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, H. Sadmonodadi menyerukan tiga langkah konkret yang harus dilakukan oleh warga Muhammadiyah:
“Pada kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk menjadikan Milad ke-113 Muhammadiyah sebagai momentum untuk memperkuat komitmen. Mari bergerak meneguhkan Gerakan Islam Berkemajuan untuk Indonesia yang Maju, Adil, dan Berkeadaban,” pungkas Sadmonodadi menutup amanatnya.
KabarMu hadir sebagai ruang berbagi kabar dan inspirasi tentang dinamika Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Gunungkidul. Di tengah cepatnya arus informasi, media ini diharapkan menjadi sumber berita yang mencerahkan, meneguhkan nilai Islam berkemajuan, serta memperkuat jejaring dakwah dan amal usaha Muhammadiyah. Melalui KabarMu, berbagai aktivitas, gagasan, dan kerja nyata warga Muhammadiyah dari ranting hingga daerah—dapat tersampaikan secara aktual, objektif, dan membangun. Semoga KabarMu menjadi media yang hidup, partisipatif, dan memberi kontribusi nyata bagi persyarikatan dan masyarakat Gunungkidul.
Ketua PDM Gunungkidul